Rabu, 01 April 2026

Ucapan untuk Diriku

Wahai sayangku diriku sendiri... 

Janganlah berkecil hati, janganlah merasa diri kamu tidak mampu.

Jangan fokus pada kekuranganmu!

Banyak sesuatu ada pada dirimu.

Tidakkah kamu merasa lelah terus merutuki dan keras pada dirimu.

Dirimu perlu dipeluk, Dirimu perlu dimanja, Dirimu perlu dipuji.

Pujilah dia! Dia telah berusaha!

Katakan pada dirimu 

"Kamu bisa, Kamu hebat, Kamu unik"

Teruslah berjalan aku akan di sampingmu

Aku akan terus menjagamu, menemanimu, memelukmu

dan menerima kekuranganmu.

Taukah diriku? Aku bergelut dengan pikiranku

Menimbang-nimbang semuanya.

Otakku ramai, Tubuhku mulai bingung

mana dulu yang harus dilakukan

mana dulu yang menjadi topik utama kali ini.

Sampai aku merasa lelah.



Jawabannya adalah tujuan hidup

 Setelah selesai aku bercerita di blog ini, jariku mengarah ke youtube

Aku mencari jawaban yang aku tanyakan, mungkin dari berbagai sudut pandang

Pencarianku tertuju pada kalimat salah satu orang yang terkenal dan memang pemikirannya membuat otakku mengiyakan semua kalimatnya.

Semua jawaban yang aku tanyakan, jawabannya ada di TUJUAN HIDUP.

Selama aku masih punya tujuan hidup maka hidup ini tidak akan terasa kosong dan hampa.

Salahnya? tujuan hidupku masih sebatas dunia. 

Ketika tujuanku sudah tercapai aku sudah benar-benar tidak tau arah, apalagi yang mau dicapai.

Fokuslah tujuan pada hidup yang kekal yaitu akherat karena memang tujuan akhir kita disana.

Dunia hanyalah ujian, fana, dan benar-benar palsu. Semua ini yang di dunia milik Allah.

Dan dengan semua yang ada di dunia, Allah menguji kita. 

Semua ini hanya semu!!

Selasa, 31 Maret 2026

Mereset Hidup

Pernah gak sih kepikiran pengin mereset hidup?

Mereset hidup yang dimaksud itu seperti memulai lagi dari 0 gitu.

pasti ada hari yang mood kita berantakan dan gak banget dan itu berdampak banget buat orang lain.

Jujur aku pernah kaya gini, dan setelah itu aku menyesal dan pengin mereset ingatan orang-orang tentang kejadian-kejadian saat moodku jelek.

Aku malu, malu pada diriku kalau mengingat-mengingat lagi, 

aku juga bertanya-tanya kenapa sifatku seperti ini ? Apakah ada kebaikan dari sifatku yang seperti ini?

nah ngomong-ngomong sifat ini kan karakter ya atau watak apakah memang bisa diubah atau memang ini sudah warisan turun temurun.

Kenapa saat pembagian watak aku tidak dapat yang baik ya?

Dan kalau sudah tau watak kita jelek apakah kita bisa mengubahnya?

Aku adalah orang yang ingin orang lain mengingat diriku hanya yang baik-baik saja, aku ingin mereset ingatan orang-orang tentangku saat moodku buruk atau jelek.

Dan semuanya nasi telah menjadi bubur, sudah terlanjur orang lain mengingatku yang seperti ini.

Nah kedepannya aku harus bagaimana? Aku tidak sanggup lagi hidup berdampingan dengan mereka dengan ingatan mereka tentangku.

Karena itu menjadi momok yang menakutkan dan menghantuiku. 

Aku tau aku perlu tenang dan anggap semuanya tidak terjadi apa-apa.

Berusaha masa bodoh dan lupa ingatan.

Tapi tubuhku tidak menginginkannya, tubuhku mengingatnya, tubuhku seakan ingin menjauh dari mereka semua.

Nyatanya tubuhku sendiri butuh pertolongan untuk mereset itu!